Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan (versi LRBestari)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seseorang dikatakan profesional apabila memiliki kepandaian khusus untuk menjalankan profesinya.  Adapun menurut Kamus Bahasa Inggris, professional memliki sinonim: expert (ahli), qualified (memiliki kualifikasi), proficient (cakap), dan skilled (terampil).

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Artikel ini adalah Nice HomeWork (NHW) yang kedua dari kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP). Pertanyaannya menarik: “buatlah checklist indikator profesionalisme perempuan: sebagai individu, sebagai istri, dan sebagai ibu, dengan menggunakan pendekatan SMART (Specific <unik, detil, eksplisit>; Measurable <terukur, dapat dihitung>; Achievable <dapat diraih/direalisasikan/dipraktekkan>; Realistic <berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari>; Timebond <ada batas waktu>.)

Walaupun fasilitator kelas mengatakan bahwa cukup 2-4 jam saja setiap minggunya untuk mengerjakan NHW, tetapi saya merasa perlu waktu yang lebih lama untuk merenungi, meresapi, dan melihat ke dalam diri saya sendiri, baru kemudian menuliskan jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Proses pembelajaran di IIP memberikan kesempatan bagi saya untuk bermuhasabah, menggali potensi, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri, juga peluang dan tantangan dalam hidup ini, agar kemudian dapat menyusun strategi terbaik untuk menggapai tujuan utama: Ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala (SWT), dengan berkomitmen menjalankan peran saya secara konsisten dan sebaik-baiknya sebagai seorang individu, istri dan ibu.

Berikut ini saya kutip materi kuliah IIP tentang tahapan menjadi ibu profesional, yaitu:

  1. Bunda Sayang: meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
  2. Bunda Cekatan: meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
  3. Bunda Produktif: meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
  4. Bunda Shaleha: meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

Sebelum menguraikan indikator profesionalisme, saya akan memaparkan kondisi keluarga saya saat ini, sebagai dasar pemikiran dalam mengembangkan indikator tersebut, diantaranya:

  1. Saya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di Jakarta, dengan hari kerja Senin-Jum’at, berangkat dari rumah (Bogor) pukul 06.00 pagi dan tiba di rumah kembali pukul 19.00 malam. Rata-rata 3-5 hari dalam sebulan saya ada penugasan ke luar kota, jika memungkinkan saya akan membawa serta anak saya tetapi jika situasi dan kondisi tidak mendukung maka terpaksa anak saya tinggal di rumah bersama Asisten Rumah Tangga (ART) atau didampingi dengan orangtua dan/atau mertua saya.
  2. Suami saya bekerja di perusahaan swasta di Jakarta dengan hari kerja Senin-Jum’at, berangkat dari rumah pukul 05.00 pagi dan tiba di rumah kembali pukul 20.00 malam, tetapi sering ditugaskan dinas ke luar Jawa sehingga weekend pun sering tidak berada di rumah.
  3. Anak saya laki-laki berusia 2 tahun. Saat saya bekerja, anak diasuh oleh Asisten Rumah Tangga (ART).
  4. Keluarga kami sedang menginisiasi bisnis kuliner di kampung halaman (Kab. Kuningan, Jawa Barat).

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, saya telah menyusun Indikator Utama Profesionalisme versi diri saya sendiri, yaitu:

A. Sebagai Individu

Dalam menyusun indikator di poin ini, saya berpegang pada satu kalimat “sakti” dari perkuliahan IIP: For Things to Change, I MUST CHANGE FIRST. Dengan kata lain, saya harus berproses untuk “memantaskan diri” menjadi pribadi yang profesional, dengan cara:

  1. Bahagia
  2. Sehat fisik/jasmani
  3. Sehat ruhiyah/rohani
  4. Disiplin dalam manajemen waktu
  5. Membahagiakan orangtua dan mertua
  6. Memelihara semangat belajar
  7. Bertanggungjawab sebagai ASN
  8. Produktif dan mandiri secara finansial (melalui bisnis kuliner)
  9. Meningkatkan kapasitas dan kemanfaatan diri

B. Sebagai Istri

Satu kalimat “sakti” dari perkuliahan di IIP yang saya jadikan acuan dalam menyusun indikator dalam poin ini yaitu: PROSES adalah HAK KITA, dan HASIL adalah HAK ALLAH. Maka, saya akan terus berproses memantaskan diri menjadi seorang istri yang shaleha, dengan cara:

  1. Membahagiakan suami
  2. Meningkatkan ibadah dan kapasitas diri bersama-sama
  3. Memastikan suami menjaga kebugaran tubuh
  4. Meningkatkan manajemen rumah tangga

C. Sebagai Ibu

Hal terberat bagi saya saat ini adalah menyeimbangkan peran sebagai seorang ibu yang juga memiliki pekerjaan di ranah publik. Tentu saja kuantitas waktu saya bersama anak relatif tidak sebanyak para ibu yang bekerja di rumah. Maka dari itu, saya harus memastikan bahwa waktu yang tersedia untuk saya membersamai anak selalu berkualitas dan bermanfaat. Beberapa indikator terkait profesionalisme saya sebagai ibu adalah:

  1. Membahagiakan anak
  2. Memelihara kesehatan anak
  3. Menjadi teladan yang baik bagi anak
  4. Mendidik anak dengan cinta (baca selengkapnya disini: part 1, part 2, part 3)
  5. Mempelajari ilmu parenting dan mengamalkannya
  6. Mempraktekkan home-education

Rincian aktivitas beserta target waktu untuk memenuhi 19 indikator di atas disajikan dalam tabel checklist yang dapat dilihat pada link di bawah ini:

Indikator Profesionalisme Individu

Indikator Profesionalisme Istri

Indikator Profesionalisme Ibu

Untuk memudahkan evaluasi, maka checklist dibuat dalam rentang waktu satu minggu. Mengutip kembali materi perkuliahan IIP, bahwa hanya ada dua kata kunci untuk mencapai target-target yang kita buat, yaitu KONSISTEN dan KOMITMEN. Tidak boleh berhenti mengaplikasikan rencana sebisa yang kita mampu. Pastikan apa yang kita jalankan sudah ON the Track, karena waktu tidak bisa diputar ulang.

Semoga Indikator yang saya buat dapat tercapai secara istiqomah. Aamiin…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

 

Sumber kutipan: Materi Minggu ke 2 Kelas Matrikulasi IIP

 

 

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s