Mendidik dengan Kekuatan Fitrah: Berproses Menemukan Jati Diri

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Alhamdulillahirobbil’alamiin…perkuliahan Matrikulasi IIP sudah memasuki minggu ke-4, dan NHW4 ini seharusnya di-submit maksimal tanggal 19 Februari lalu. Namun saya baru dapat menyelesaikannya sekarang, karena pada minggu ke-2 Februari saya mendapat penugasan dari kantor untuk menghadiri acara kehumasan bertajuk “Rainy Camp: Dialog KLHK dengan Media”, bertempat di TWA Gunung Pancar, Bogor. Selama berada di sana, saya terkendala dalam mengakses internet (red: susah sinyal). Selain itu, karena acaranya berlangsung dalam format camping, maka terdapat pula keterbatasan aliran listrik (dalam 2 hari saya tidak dapat mengisi baterai HP dan laptop). Sepulang dari sana, saya disibukkan oleh persiapan dan pelaksanaan launching gerai kuliner yang merupakan ikhtiar baru keluarga saya untuk menjemput rejeki, di kampung halaman kami, Kab. Kuningan. Gerai tersebut diberi nama “Hansikgoong”, artinya The Korean Food Palace (Istana Makanan Korea). Alhamdulillaah…antusiasme pengunjung luar biasa, sehingga kami benar-benar harus fokus, memusatkan perhatian, waktu, tenaga dan pikiran pada kegiatan business start-up tersebut.

Baiklah, saya cukupkan sampai disitu saja cerita (baca: alasan, hehe) mengapa saya terlambat menyetorkan NHW4. Selanjutnya saya akan mengutip materi Perkuliahan IIP Minggu ke-4 yang merupakan landasan pengerjaan NHW-nya, sebagai berikut:

Salah satu alasan kita (para ibu) melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah. Maka, semakin jelaslah ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Memang tidak mudah, tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Be Yourself and Just Do It!

 Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu “PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH”. Tahapan yang harus dijalankan adalah:

  1. Bersihkan hati nurani, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan.
  2. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak, karena sejak lahir anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya.
  3. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir: Fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll.
  4. Upayakan proses mendidik sealamiah mungkin, sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia.
  5. Temani anak, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya, seperti petani organik menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses, karena semakin kita berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dan sebagainya, hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi merusak fitrah anak kita.
  6. Manfaatkan momen bersama anak”, yaitu berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi dengan anak.
  7. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak kita very limited special edition; karena pendidikan sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri. Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar secara mandiri sepanjang hidupnya. 

Untuk “mengikat” ilmu di atas, berikut ini adalah pertanyaan NHW4 dan jawaban saya:


No. 1

Pertanyaan:

Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Jawaban:

Pada NHW1, saya memilih ilmu Manajemen Waktu, karena saya benar-benar perlu menguasainya untuk dapat secara optimal menunaikan hablu minallah dan hablu minannas secara seimbang. Secara spesifik bagi saya, mengatur pikiran untuk bekerja multi tasking adalah hal terpenting untuk dilatih. Selama ini saya termasuk tipe orang yang hanya bisa fokus terhadap satu aktifitas, untuk memastikan semuanya berjalan dengan sempurna dari awal hingga akhir, baru setelahnya saya dapat beralih ke aktifitas lainnya. Maka dari itu, saya memutuskan untuk tetap memilih jurusan ilmu “Manajemen Waktu” di Universitas Kehidupan ini, sebagaimana yang telah saya tuliskan di NHW1, agar saya dapat make the most of my given time, and live my life to the fullest. Aamiin.


No. 2

Pertanyaan:

Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Jawaban:

Checklist yang saya buat untuk menjalankan peran sebagai Individu, Istri, dan Ibu sudah saya print, share ke suami, dan saya catat pula di kalender ponsel lalu saya set reminder setiap 15 menit sebelum waktu yang ditetapkan, sehingga agenda harian saya terjadwal dengan lebih baik. Sejauh ini, saya berusaha secara konsisten menjalankan checklist tersebut, tetapi sejujurnya memang ada beberapa yang missed karena satu dan lain hal, misalnya:

  1. Untuk Checklist Individu, ketika anak dan ART sakit, maka pada weekend saya belum bisa menyempatkan diri untuk nge-gym dan latihan IELTS, menjaga pola makan dan tidur, sholat di awal waktu, dsb.
  2. Untuk Checklist Istri, ketika saya sedang repot dengan tugas domestik, maka saya belum bisa menjaga penampilan rapi dan wangi di depan suami, meningkatkan peran sebagai partner suami berlatih bahasa Inggris, dsb.
  3. Untuk Checklist Ibu, ketika pekerjaan di kantor sedang menumpuk dan mendesak untuk diselesaikan, maka saya terpaksa berangkat kerja saat anak masih tidur dan pulang kerja saat anak sudah tidur 😥 Oleh karena saya tidak bisa pulang ke rumah tepat waktu, akhirnya saya melewatkan agenda mendongeng/membacakan buku sebelum anak tidur, juga bermain dan belajar bersama anak pada pukul 19-21.

Walaupun saya menemui kendala-kendala seperti tersebut di atas, tetapi saya berkomitmen akan terus berproses memenuhi checklist tersebut, dalam rangka memantaskan diri untuk menjadi Individu, Istri dan Ibu yang professional dan shaleha, InsyaAlloh.


No. 3

Pertanyaan:

Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Jawaban:

Maksud Alloh menciptakan saya adalah sebagai khalifah di bumi, untuk beribadah kepada-Nya dan meraih ridho-Nya; mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat dengan cara menjadi manusia yang bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi ummat.

Dalam hal ini, menurut pandangan saya, menjadi Muslim yang beriman dan bertaqwa adalah ibadah; Menjadi Anak yang berbakti kepada orangtua adalah ibadah; Menjadi Istri yang shaleha adalah ibadah; Menjadi Ibu yang professional dalam mendidik anak adalah ibadah; Menjadi abdi Negara yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup juga adalah ibadah.

Secara spesifik, sebagaimana telah saya tulis di NHW1 hingga NHW3, tujuan hidup saya adalah untuk mencapai visisekeluarga, sehidup sesyurga”.

sekeluarga sesurga

Berkenaan dengan maksud penciptaan kami sebagai khalifah di bumi, maka setelah saya berdiskusi dengan suami, kami sepakat bahwa misi keluarga kami adalah sebagai “keluarga peduli lingkungan, bersama melestarikan bumi”.

together save the planet.jpg

 

Mengapa misi tersebut yang kami pilih? Hal ini ada kaitannya dengan bidang keahlian dan profesi kami, yang berhubungan dengan isu pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Latar belakang pendidikan suami saya adalah Manajemen Kehutanan, dan saat ini berkarir sebagai sustainability officer yang secara spesifik bertanggung jawab dalam Sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), ISCC (International Sustainability and Carbon Certification), RSPO (Rountable on Sustainable Palm Oil) dan ISO 9001 (International Standardization on Quality Management System). Sederhananya, suami saya berperan aktif dalam upaya pengendalian perubahan iklim/pemanasan global (global warming) dari emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Adapun latar belakang pendidikan saya adalah Ekonomi Manajemen (S1) dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (S2). Saya pernah bertugas sebagai Analis data sosial ekonomi lingkungan selama 5 tahun yang diantaranya bertanggung jawab dalam penyusunan dan penerapan Peraturan Pemerintah tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan (mencakup: Internalisasi biaya lingkungan dalam perencanaan pembangunan (Economic Valuation), Payment for Ecosystem Services (PES), Green Gross Domestic Product (GDP), Green Economy, Green Banking, Eco-labelling, Green Taxation, System of Environmental Economic Accounting (SEAA), dll). Untuk saat ini, saya bertugas sebagai Analis data industri dan perdagangan internasional sektor lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) yang secara spesifik bertanggung jawab dalam menyusun kajian/rekomendasi terhadap posisi perundingan perdagangan internasional sektor LHK, berkontribusi dalam kegiatan Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim serta Global Environment Facility (GEF) yang merupakan mekanisme finansial untuk 5 konvensi internasional terkait lingkungan, yaitu UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change), UNCCD (United Nations Convention to Combat Desertification), UNCBD (United Nations Convention on Biological Diversity), the Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants (POPs), dan the Minamata Convention on Mercury. Sederhananya, saya berperan aktif dalam penyusunan dan penerapan kebijakan pemerintah untuk mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Dalam rangka mendukung misi keluarga, saya dan suami telah berkomitmen untuk menerapkan green lifestyle, karena bumi kita hanya satu, bukan sekedar warisan dari nenek moyang, tetapi juga titipan dari anak cucu. Hal ini bahkan telah diabadikan dalam foto pernikahan kami, yang mengangkat tagline “Many species, one planet, one future. Save our earth!

4 20rp

Berdasarkan pertimbangan dan uraian di atas, maka saya menyadari misi hidup saya adalah untuk menjadi manusia yang bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi ummat melalui bidang yang paling membuat saya berbinar-binar sebagai seorang Individu, yaitu “Pengembangan Ekonomi Lingkungan”, dan dalam hal ini peran saya adalah sebagai “analis, konseptor dan pelaksana kebijakan ramah lingkungan dalam konteks perekonomian”. Sedangkan sebagai seorang Istri dan Ibu, bidang yang saya akan kuasai adalah “Pengasuhan dan Pendidikan Anak”, agar kami dapat bersama-sama menebar manfaat bagi ummat dan mewujudkan misi keluarga kami sebagaimana telah dijabarkan sebelumnya. Dalam hal ini, peran saya adalah sebagai “mentor dan fasilitator”.


No. 4

Pertanyaan:

Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Jawaban:

A. Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pengembangan Ekonomi Lingkungan, maka tahapan ilmu yang harus dikuasai adalah sebagai berikut:

  1. Teori Ekonomi Lingkungan: Ilmu-ilmu terkait instrumen ekonomi lingkungan dan best practices-nya di berbagai Negara dalam rangka pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

sdgs

2. Bahasa Inggris: Ilmu-ilmu terkait pencapaian target skor minimal 7.0 pada IELTS sebagai syarat untuk melanjutkan studi S3 di UK dengan beasiswa.

3. Kebijakan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan: Ilmu-ilmu terkait kebijakan yang terintegrasi antara aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, misalnya: pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengelolaan sampah, limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (B3), pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), konservasi sumber daya alam dan ekosistem, pengarusutamaan lingkungan dalam pembangunan ekonomi, dll.

sus dev

4. Praktek: Ilmu-ilmu seputar penerapan teori dan kebijakan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta upaya pemberdayaan masyarakat.

B. Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pengasuhan dan Pendidikan Anak, maka tahapan ilmu yang harus dikuasai adalah sebagai berikut :

  1. Ilmu Agama terkait Pengasuhan dan Pendidikan Anak secara Islami, agar dapat terus mendekatkan diri kepada Alloh SWT, memahami isi Al-Qur’an dan Hadits (Sunnah Rasululloh), serta menyelaraskan proses pengasuhan dan pendidikan anak dengan ajaran Islam.
  2. Ilmu Keluarga dan Parenting berbasis Social Science, sebagai bekal untuk menjalani peran sebagai istri dan ibu yang baik sesuai perkembangan zaman (ilmu-ilmu seputar pengasuhan dan pendidikan anak di era digital, manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga, komunikasi efektif, dll).
  3. Ilmu Manajerial dan Produktivitas, agar dapat secara optimal mencapai target-target sebagai istri dan ibu yang professional (ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial, manajemen waktu, pengelolaan emosi, dll).
  4. Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang.

No. 5

Pertanyaan:

Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Jawaban:

Menurut Malcolm Gladwell, untuk menjadi ahli di bidang apapun, kita harus mendedikasikan waktu selama 10.000 jam di bidang tersebut. Perkuliahan IIP menggarisbawahi bahwa apapun bidang yang saya pilih untuk ditekuni, tidak boleh mengorbankan keluarga dan tidak boleh menafikan peran saya sebagai istri dan juga seorang ibu.

A. Untuk bisa menjadi ahli di bidang Ekonomi Lingkungan, saya menetapkan KM 0 pada tahun 2015 saat saya berusia 27 tahun, dan berkomitmen akan mencapai 10.000 jam terbang di bidang tersebut dengan mendedikasikan waktu 6 jam/hari untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskan dan membagikannya (knowledge sharing). Dengan demikian, dalam jangka waktu kurang lebih 6 tahun (usia saya 33 tahun), sudah akan terlihat hasilnya.

Milestone yang saya tetapkan adalah sebagai berikut:

KM 0 – KM 2 (tahun 2015-2017) Menguasai Ilmu seputar Teori Ekonomi Lingkungan
KM 2 – KM 3 (tahun 2017-2018) Menguasai Ilmu seputar Bahasa Inggris (IELTS) dan memulai studi S3
KM 3 – KM 5 (tahun 2018-2020) Menguasai Ilmu seputar Kebijakan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan
KM 5 – KM 6 (tahun 2020-2021) Menguasai Ilmu seputar Praktek/Penerapan Teori dan Kebijakan dan lulus S3

B. Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pengasuhan dan Pendidikan Anak, saya menetapkan KM 0 pada tahun 2016 saat saya berusia 28 tahun, dan berkomitmen akan mencapai 10.000 jam terbang di bidang tersebut dengan mendedikasikan waktu 6 jam/hari untuk mencari ilmu, mempraktekkan dan menuliskannya. Dengan demikian, dalam jangka waktu kurang lebih 6 tahun (usia saya 34 tahun dan anak 6 tahun), sudah akan terlihat hasilnya.

Milestone yang saya tetapkan adalah sebagai berikut:

KM 0 – KM 2 (tahun 2016-2018) Menguasai Ilmu Agama terkait Pengasuhan dan Pendidikan Anak secara Islami
KM 2 – KM 3 (tahun 2018-2019) Menguasai Ilmu seputar Keluarga dan Parenting berbasis Social Science
KM 3 – KM 5 (tahun 2019-2021) Menguasai Ilmu seputar Manajerial dan Produktivitas
KM 5 – KM 6 (tahun 2021-2022) Menguasai Ilmu seputar berbagi manfaat kepada banyak orang

No. 6

Pertanyaan:

Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Jawaban:

Secara umum saya sudah mengalokasikan waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut pada checklist NHW2, tetapi ke depannya akan coba saya detailkan lagi.


No.7

Pertanyaan:

Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Jawaban:

Mengutip Materi Matrikulasi IIP Minggu ke 4,bahwa “perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama”, dan jargon suami saya yang selalu mengatakan “kalau kita mau, kita pasti bisa” (dengan kata lain, di mana ada kemauan, di situ akan ada jalan). Maka dengan mengucapkan bismillahirrohmaanirrohiim, insyaAlloh, semoga Alloh SWT merestui dan memudahkan langkah saya untuk melakukan semua rencana yang tertulis disini. Aamiin..

Wallohu’alam bishowab,

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuuh..

Sumber bacaan:

Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional Minggu ke 4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s