Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal: Menyusun Prioritas dan “Kandang Waktu”

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuuh..

Pada tulisan kali ini, saya akan merangkum materi minggu ke-6 Matrikulasi IIP dan mengerjakan NHW6 yang sangat menarik mengenai “belajar menjadi manajer keluarga yang handal”, untuk mempermudah para ibu menemukan peran hidupnya, serta mendampingi anak-anaknya menemukan peran hidup mereka masing-masing.

Semua ibu adalah ibu bekerja, yang wajib professional menjalankan aktivitasnya, baik di ranah domestik maupun ranah publik.

Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan syarat yang sama, yaitu harus “SELESAI” dengan MANAJEMEN RUMAH TANGGA-nya dan merasakan rumah itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas lain dimanapun.

Motivasi ibu bekerja haruslah karena “PANGGILAN HATI”, sehingga ibu merasa ini adalah bagian dari perannya sebagai Khalifah di muka bumi. Oleh karena itu, ibu akan sangat bergairah dan tidak MENGELUH menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada.

Peran ibu sejatinya adalah seorang manajer keluarga, maka masukkan dulu di pikiran “Saya Manajer Keluarga”, kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager:

  1. Hargai diri anda, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
  2. Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kerjakan, baik di rumah (ranah domestik) maupun di ranah publik, dan patuhilah rencana tersebut.
  3. Buatlah skala prioritas.
  4. Bangun komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Semua ibu pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu dipraktekkan yaitu:

a. PUT FIRST THINGS FIRST

  • Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama, yaitu keluarga (anak dan suami).
  • Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas hari ini.
  • Aktifkan fitur gadget sebagai organizer dan reminder kegiatan harian.

b. ONE BITE AT A TIME

  • Lakukan setahap demi setahap.
  • Lakukan sekarang.
  • Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan.

c. DELEGATING

  • Delegasikan tugas yang bisa didelegasikan: Buat panduan penyelesaiannya, latih orang yang anda percaya untuk mengerjakan tugas tersebut dan biarkan ia patuh pada aturan anda.
  • Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latih lagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi-begitu seterusnya.
  • Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Untuk meningkatkan jam terbang dan kualitas diri agar tidak sekedar menjadi ibu, perlu dilakukan  peningkatan peran/kapasitas ibu dalam aktivitas sehari-hari, diantaranya sebagai berikut:

  1. Mungkin saat ini ibu adalah “kasir” keluarga, maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga bisa menjadi “manajer keuangan”;
  2. Mungkin saat ini ibu adalah “koki” keluarga, dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Maka, carilah ilmu tentang gizi, dan terjadilah perubahan peran ibu menjadi “manajer gizi keluarga”;
  3. Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin ibu adalah “tukang antar-jemput” anak sekolah. Maka, marilah mencari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga bisa meningkatkan peran ibu menjadi “manajer pendidikan anak”;
  4. Cari peran lain lagi, tingkatkan lagi…..dst. Jangan sampai ibu terbelenggu dengan rutinitas (baik di ranah domestik maupun di ranah publik), melainkan harus ada peningkatan kompetensi ibu dari waktu ke waktu, karena pilihannya hanya “BERUBAH atau KALAH”.

 


 

RUTINITAS kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup. Dengan kata lain, menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “merasa sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka untuk mempermudah menemukan peran hidup, saya akan mengikuti 3 tahapan sesuai pertanyaan NHW6 berikut ini:

  1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting. Identifikasi, waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Aktivitas paling penting

  • Beribadah (sholat wajib dan sunnah, mengaji Al-Qur’an dan mengamalkannya, berpuasa, bersedekah, berdzikir, bekerja di ranah publik, dll).
  • Quality time bersama keluarga (bermain dan belajar bersama anak, sharing ilmu dengan suami, memasak menu sehat untuk keluarga, dll)
  • Meningkatkan kapasitas diri (belajar ilmu agama, ilmu ekonomi lingkungan dan perundingan perdagangan internasional, ilmu parenting dan home-education, IELTS, olahraga, dll)

Aktivitas paling tidak penting:

  • Bermain gadget (buka sosmed, streaming film/drama, chatting, online window shopping, dll)
  • Beres-beres rumah (suami suka protes karena sebenarnya aktivitas ini bisa didelegasikan ke ART)
  • Memikirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi/menimbulkan kecemasan yang tidak perlu (karena sering menguras waktu dan energi)

Alhamdulillah, hasil identifikasi saya sementara ini menunjukkan bahwa waktu saya selama ini masih lebih banyak habis untuk kegiatan yang saya anggap penting, walaupun terkadang juga aktivitas tidak penting mencuri alokasi waktu aktivitas yang penting, misalnya saya bermain gadget saat stres/banyak pekerjaan menumpuk di kantor (seharusnya tetap dapat fokus bekerja) atau saat boring di KRL (seharusnya lebih bisa produktif dalam perjalanan PP Bogor-Jakarta); selain itu, saya sering keasyikan beres-beres rumah saat weekend (seharusnya lebih banyak quality time dengan keluarga), dll. Tetapi Insya Alloh semua masih on the track, walaupun terkadang juga suka keteteran karena ada saja kegiatan/kejadian yang di luar rencana.

 


 

  1. Jadikan 3 aktivitas yang paling penting menjadi “aktivitas dinamis” sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya agar selaras.

Aktivitas pertama yang paling penting bagi saya adalah beribadah (sholat wajib dan sunnah, berpuasa, bersedekah,  bekerja di ranah publik, dll), yang sebagian besar sudah ada ketetapan jadwalnya (misalnya waktu sholat, jam kerja, jadwal puasa, dsb, yang dapat digolongkan sebagai rutinitas), sehingga untuk menjadikannya aktivitas dinamis, sepertinya agak sulit. Hal ini saya siasati dengan mengganti aktivitas tidak penting di sela-sela pekerjaan di kantor atau di KRL dengan kegiatan yang menunjang aktivitas penting, seperti berdzikir, mengaji, browsing ide bermain dan belajar bersama anak, dll. Adapun quality time bersama keluarga dan meningkatkan kapasitas diri akan diperinci pada “kandang waktu” aktivitas harian yang dinamis.

 


 

  1. Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

Berdasarkan tabel indikator profesionalisme sebagai individu, istri, dan ibu yang sudah saya susun pada NHW2, saya sudah mengidentifikasi “kandang waktu” aktivitas yang secara umum dibagi menjadi 2 kategori besar, yaitu Aktifitas WEEKDAYS dan WEEKEND, sebagai berikut:

kandang waktu lrb

 


 

  1. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? Kalau tidak, segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Sebetulnya sejak menyelesaikan NHW2, saya sudah mengoptimalkan aplikasi calendar di ponsel untuk mencatat jadwal harian dan mengatur alarm reminder sehingga aktivitas per jam dapat terkontrol berdasarkan “kandang waktu” yang tertulis pada tabel di atas. Contoh penampakannya sebagai berikut:

Weekdays:                                                         Weekend:

screenshot_20180321-163305.png  screenshot_20180321-163430.png

Alhamdulillah, sebagian besar jadwal dapat terlaksana (apabila tidak ada kegiatan yang mendadak/terjadi di luar rencana). Semoga Alloh menetapkan hati saya untuk terus dapat melakukan aktivitas sesuai jadwal secara konsisten. Bismillah.. Semangat!

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wa barokaatuuh..


SUMBER BACAAN:
Materi Matrikulasi Institut Ibu Profesional Minggu ke-6

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s